Tampilkan postingan dengan label CeritaKu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CeritaKu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Juni 2013

Sebisa Lakukan

Lulus...
Alhamdulillah... Syukur yang tak terkira ketika melihat pengumuman bahwa saya telah diterima di salah satu Universitas Negeri ternama di Bandung, Universitas Padjadjaran. Bagiku ini luar biasa, karena ketika tak ada harapan untuk dapat melanjutkan pendidikan ke bangku Universitas, namun keinginan hati begitu kuat, ternyata Allah telah mengatur rencana indah ini untukku. Fakultas Peternakan? Waah saya bingung (honestly). Tapi bagaimana pun juga, beasiswa yang saya terima mengharuskan saya mengambil jurusan ini. Tapi saat itu yang ada di benak saya adalah yang penting saya bisa kuliah.

Perkuliahan berjalan dengan lancar dibarengi tugas yang kian hari semakin meng-estafet ria. Di bangku perkuliahan saya mempunyai banyak teman dengan berbagai macam karakter dan dari latar belakang keluarga yang berbeda. 

Sungguh ilmu pengetahuan itu begitu indah dan luas. Maybe this is a reason, why I am in this faculty. Taukah kamu?? Mempelajari bagaimana sistem reproduksi dari ternak itu bekerja, bagaimana proses pemuliaan pada ternak, bagaimana menyusun kebutuhan nutrisi ternak, bagaimana rumput bisa diubah menjadi daging dan susu oleh ternak, bagaimana tingkah laku pada ternak, de el el... bagiku itu sangat menyenangkan. Kalau ketika kecil bercita-cita menjadi dokter, maka sekarang saya bisa menjadi dokter hewan. Masih sama-sama dokter kan? :D... Disini lah kita bisa melihat kebesaran Allah. Maka, jangan jauh-jauh dari Tuhan. Dekati terus Tuhan.

Allah punya rencana indah. Setelah lulus S1 saya mendapat kesempatan untuk melanjutkan S2 (bebas dari pembayaran SPP selama 3 semester). Lagi-lagi saya termenung. Mungkinkah saya bisa melanjutkan pendidikan ke S2 jika berada di fakultas lain. Tidak tanggung-tanggung, saya menjalani kuliah S2 ketika S1 saya belum lulus.. "Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. 55:13).

Saat ini, peternakan adalah duniaku. Dunia yang dinamis dan saya suka. Lalu apakah karya yang bisa dihasilkan? Bisakah memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada orang lain? Ah, kalau begitu kenapa tidak mencoba memberikan manfaat di bidang peternakan. Bukankah Indonesia itu negara agraris yang kaya akan sumber daya alam hayati?

Saya sangat menyukai kegiatan "mengajar". Really love teaching and learning. Jika Allah berkenan dan meridhoi, saya ingin sekali menjadi seorang dosen dan peneliti (tentunya tetap menjadi seorang istri dan ibu yang tangguh. Bisa? InsyaAllah bisa...). Mungkin, saya tidak mahir untuk menjadi peternak yang turun langsung ke lapangan. Tapi, saya bisa berbagi ilmu pengetahuan dan informasi kepada masyarakat dan tentunya tidak lupa, semoga tangan ini suatu saat bisa berada di posisi atas untuk ikut serta membantu sesama dan tentunya para "scholarship seeker". Atau mungkin jadi pebisnis? mengapa tidak? Bisnis di dunia peternakan akan sangat menguntungkan mengingat semakin meningkatnya kebutuhan dan tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan makanan bergizi. Apapun itu, saat ini saya hanya ingin belajar sebaik mungkin dan tetap berusaha melakukan yang terbaik dengan seimbang. Sabar, tawakkal dan ikhlas.

*Semoga suatu saat saya bisa menyumbangkan sesuatu bermanfaat yang dapat didedikasikan untuk Tuhan, Orang tua dan sesama.

Memperpanjang umur adalah dengan berkarya, karena ketika seseorang telah berlalu (wafat), ia akan tetap disebut, entah dengan maki atau puji (Inspirasi dari Tulisan Chaidir).

Jum'at, 21 Juni 2013
21:00 pm


Rabu, 24 April 2013

Extraordinary Person


Sometimes, through conversation we can find extraordinary one, but in other hand sometimes find reverse one. This night, I am find someone who has strong personality, very firm and has position. Without conscious, I admire you, girl.
Everyone has unique personality, we will learn anythings when we talk together, sharing idea and outlook of life. They learning us about new experiences, how to respond reality, and certainly how to always uphold our principles. Learn the character of each person, so we can adjust and know new things.

Just it, no more words
Good night
24th April, 2013
00:10 WIB


Rabu, 19 September 2012

Belajar Memetik Hikmah

BELAJAR MEMETIK HIKMAH

Ternyata memang benar, kesimpulan selalu di akhir. Mengambil kesimpulan di awal adalah salah besar. Kadang kita terburu-buru menyimpulkan di awal cerita dan kesimpulan tersebut salah di akhir cerita. Ternyata sebelum mengambil kesimpulan, kita harus pelajari dulu, cari tahu dan jalani terlebih dahulu. Setelah itu baru deh kita simpulkan, signifikan atau tidak signifikan? apakah sesuai dengan hipotesis yang diajukan? (jadi seperti penelitian, yak? Maklum lagi syndrome UP :D).

Well, ini sering saya alami, sering menyimpulkan di awal dan merasa bersalah telah berkesimpulan buruk. Ya baik itu menyimpulkan sifat seseorang, peristiwa ataupun suatu kejadian. Sepertinya ini karena sifat kita yang selalu berfikiran buruk di awal ketika kekecewaan merupakan kesan pertama yang kita peroleh dari orang yang baru kita kenal.

Boleh lah ya saya berbagi cerita tentang kekeliruan yang sempat saya lakukan. Banyak sih, tapi saya ambil sampel aja deh, yang masih saya ingat.. hehe…Penilaian buruk kepada orang yang baru di kenal. Itu sering sekali terjadi. Kadang kesan pertama yang tidak enak dari seseorang membuat kita menilai buruk orang tersebut. Namun, setelah kita banyak berinteraksi dengan orang tersebut kita baru menyadari bahwa orang tersebut baik dan eh ternyata nyambung dan kadang menimbulkan decak kagum. So, intinya adalah jangan dulu menyimpulkan sebelum mengenal dekat karakter orang yang baru kita kenal, berfikiran baik aja dulu. Ternyata orang yang menurut kita buruk belum tentu buruk noh…okesipz, bagus :D

Hal ini senada dengan firman Allah dalam surat Al-Baqarah 216 : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” 

Dalam ayat ini ada beberapa hikmah dan rahasia serta masahat untuk seorang hamba. Karena sesungguhnya jika seorang hamba tahu bahwa sesuatu yang dibenci itu terkadang membawa sesuatu yang disukai, sebagaimana yang disukai terkadang membawa sesuatu yang dibenci, ia pun tidak akan merasa aman untuk tertimpa sesuatu yang mencelakakan menyertai sesuatu yang menyenangkan. Dan ia pun tidak akan putus asa untuk mendapatkan sesuatu yang menyenangkan menyertai sesuatu yang mencelakakan. 

Sari AsQolany